Dekat
2 min read

Dekat

Dekat

Bisa saja anak kita yang meminum racun disamping makam kita.

Saya menghela nafas saja dari kemarin. Siang ke malam. Malam ke pagi tadi. Terlalu banyak yang menjadi pikiran. Saya pun jadi lebih paham kenapa kasus-kasus yang diceritakan oleh media ataupun orang per orangan, yang bertema kekerasan seksual sering diminta untuk menuliskan Trigger Warning (TW) dengan kategorinya yang bermacam-macam.

Kasus kali ini terasa dekat. Entah karena kejadiannya di Jawa Timur, atau karena saya memang sejak lama kecewa akan organisasi yang pernah korban NW mintai pertolongan. Ternyata setelah saya pikir-pikir, hal ini terasa dekat karena saya sebentar lagi akan diberi tanggung jawab baru.

Istri saya sedang hamil tujuh bulan, seorang anak perempuan yang akan menjadi kebanggan istri dan saya. Anak saya akan lahir di kondisi dimana Consent adalah hal yang diperdebatkan. Kasus NW menjadi tamparan berat bagi kita semua. Saya gunakan kita, karena memang sudah terlalu terlambat kita sadar. Sudah terjebak dalam solusi-solusi yang pragmatis. NW adalah korban dari budaya patriarki yang sudah mengakar kuat.

Saya amati lini masa media sosial dari kemarin. Perdebatan-perdebatan asal bunyi yang banyak ditunjukkan.

"NW kan sudah pernah melahirkan dua kali, berarti kan suka sama suka"

"Seharusnya NW setelah kejadian pertama harus menjauh dong. Apa susahnya menjauh?"

"Sudah berhubungan suami istri dari 2019-2021"

Pernyataan-pernyataan asal bunyi nirempati seperti contoh tersebut yang berputar di lini masa. Pernyataan yang menyederhanakan sebuah kasus yang kompleks. Pernyataan yang bisa keluar karena NW sudah tidak ada. NW tidak akan menuntut hak-haknya kembali. NW tidak akan menuntut kewajiban dari para pihak yang seharusnya memberinya pendampingan dan bantuan.

Kasus NW adalah puncak gunung es. Sayangnya, dari dasar gunung pun sebenarnya terlihat jelas. Gunung es telah dipertontonkan dengan telanjang selama ini. Tapi, sudah diselimuti dengan kain tebal kepalsuan dan jargon-jargon membangkitkan semangat.

Anak saya akan lahir dimana ia nanti akan dipaksa untuk selalu waspada ke semua laki-laki yang ditemui. Anak saya akan lahir dimana ia akan selalu menaruh curiga kepada siapapun yang dipercayai. Narasi-narasi di media sosial terlalu banyak yang menyebutkan bahwa perempuan harus lebih waspada. Bahwa tidak boleh jatuh cinta kepada siapapun secara berlebihan. Bahwa setiap laki-laki dilahirkan dengan setannya sendiri yang tidak bisa dilepaskan.

Semuanya bermuara dan berakhir kepada korban NW yang salah pilih, salah tempat, dan salah waktu. Bukan kepada pelaku Randy Bagus Hari Sasongko  yang memintanya aborsi dua kali padahal dia aparat penegak hukum. Randy Bagus yang menurut pengakuan korban memberinya obat tidur lalu memperkosanya. Bukan tentang keluarga Randy Bagus yang juga turut andil membuat kondisi mental NW menjadi lebih drop, padahal mereka tahu kalau Randy Bagus adalah seorang bajingan dan keparat.

Korban NW sudah tidak ada. Ia sudah berada di antara mati dan hidup sejak beberapa tahun lalu. Ia meninggalkan ibunya untuk menyusul Ayahnya. Dibalik senyuman di setiap fotonya, tersembunyi kekhawatiran akan masa depannya.  NW meninggalkan noda hitam dalam hari-hari kita semua. NW juga meniggalkan tantangan kepada aparat penegak hukum terkait kasusnya. Tantangan yang harus dijawab karena masyarakat mengawasi secara penuh.

NW juga meninggalkan pengingat kepada kita semua. Kasus NW bisa terjadi kepada siapa saja. Ketidakberdayaannya sangat mungkin di rasakan semua orang. Penting untuk menjadikan hal ini sebagai awal, bahwa banyak NW-NW lain di luar sana.

Masih banyak kasus kekerasan seksual di universitas-universitas yang berlatarkan relasi kuasa. Permendikbud Ristek No. 30 berusaha menjawab tantangan tersebut. Sangat perlu ikhtiar bersama agar kekerasan seksual dapat dihindari.

Jangankan di universitas, lingkungan kerja pun sangat rawan ada kekerasan seksual dikarenakan relasi kuasa.

Ingatan manusia terbatas, tetapi catatan akan selalu merekam setiap peristiwanya. Saya yang memang sedanf kesulitan menulis pun, entah kenapa jadi ingin sekali menulis catatan ini.

Masyarakat adalah sebenar-benarnya pengawas dan pendisiplin.

Jangan tunggu viral, baru diproses.

Saya percaya setiap pergerakan akan memilih nama. NW akan menjadi salah satunya.‌‌

Selamat istirahat NW. Tempat terbaik untukmu disana. Abadi dalam kebahagiaanmu.