Kurang Satu
1 min read

Kurang Satu

Kurang satu menuju seperembat abad.
Lancar saja semua, tanpa terhambat.
Memang, perlu hemat sana-sini.
Tapi, sudah di DP banyak rezeki.

Tidak baik mengumbar, sudah banyak kabar.
Lagipula, sekarang Indonesia memperingati hari lahir.
Dibalut kata dirgahayu.
Berharap tidak pernah layu.

Tapi, apa benar merdeka saat anak-anak tidak berani bermimpi.
"Cita-cita kamu apa? Menjadi priyayi atau penyanyi?"
"Tidak pak, jadi peladen pembuat batako saja. Saya kan tidak sekolah.
Tidak bisa berhitung, tidak bisa menulis, hanya tenaga yang bisa saya olah."

Tapi, biarlah itu untuk lain hari.
Sekarang mari fokus ke diri sendiri.
Sudah lama tidak menulis.
Sudah selesai waktu untuk malas.

Kurang satu menuju seperempat abad.
Semoga kita semua selalu sehat.