🌱 Radit's Boredom in Disguise

Search

Search IconIcon to open search

Digital Garden

Last updated Aug 17, 2022

Digital Garden or Kebun Digital in Bahasa Indonesia is an collection of notes that have many linking between each of them. It is intentionally made public by the owner.

Anna from nesslabs describe digital garden “is an online space at the intersection of a notebook and a blog”.

Maggie form maggieappleton.com] describe “a garden is a collection of evolving ideas that aren’t strictly organized by their publication date”

One of my favorite digital garden creator is Andy Matuschak

Sometimes I wonder why do I did something like this, and then stop afterward. I’ve tried Joomla, Wordpress, Blogspot, Medium, Tumblr, and lastly Ghost. But I’ve never feel satisfied with all of them. I’ve been Searching for a Reason to Write.


Kebun Digital adalah kumpulan catatan-catatan yang banyak memiliki hubungan satu sama lain. Hubungannya dapat dilihat langsung, dan dengan sengaja dibuat untuk dapat dibaca oleh orang lain.

Anna dari nesslabs mendeskipsikan kalau kebun digital adalah tempat daring di persimpangan antara sebuah buku catatan dan sebuah blog.

Maggie form maggieappleton.com mendeskipsikan kalau kebun digital adalah koleksi dari ide yang terus berkembang yang tidak dioragnisir dengan tanggal publikasinya.

Kebun Digital yang menarik perhatian saya setelah mengamati adalah milik Andy Matuschak

Saya banyak memiliki blog sebelum-sebelumnya. Semua dari yang dibuatkan orang, dibuat sendiri, membayar orang untuk membuatnya, membayar sendiri untuk membuatnya.

Joomla. Wordpress. Tumblr. Blogspot. Medium. Ghost.

beberapa platform yang pernah saya gunakan, tetapi semuanya berakhir sama.

dan, saya terus mencari alasan untuk menulis. (Lihat, Searching for a Reason to Write